Trump Berniat Tinggalkan Perang, Iran Tak Percaya Negoisasi


2 April 2026 02:06
.
2 menit membaca

AXIALNEWS.id | Amerika Serikat (AS) kan segera ‘meninggalkan’ Iran dalam dua hingga tiga minggu disampaikan Presiden Donald Trump, sedangkan Iran menegaskan tidak ada negosiasi yang berlangsung di tengah konflik.

Pernyataan Trump muncul di tengah eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran yang terus berlanjut. Iran menyatakan memiliki kemauan untuk mengakhiri perang, tetapi menolak klaim adanya perundingan dengan Washington.

“Kami akan menyelesaikan pekerjaan ini [perang]dan mungkin dalam dua minggu atau sedikit lebih lama, dan kemudian kami akan pergi,” kata Donald Trump, seperti dikutip BBC, Rabu (1/4/2026).

Trump menyatakan bahwa negaranya telah “mengembalikan kemampuan Iran 15 hingga 20 tahun ke belakang” dalam hal militer dan nuklir. Dia juga menegaskan bahwa AS tetap akan keluar dari konflik meski tanpa adanya kesepakatan dengan Teheran.

Baca Juga 16 Pesawat AS Dihancurkan IRAN, Citra Superpower Remuk

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya memiliki “kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri perang”, dengan syarat tertentu terpenuhi. Namun, pernyataan tersebut tidak diikuti dengan kesiapan untuk bernegosiasi secara langsung dengan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi adanya komunikasi dengan utusan khusus AS, tetapi menegaskan hal tersebut bukan bagian dari negosiasi resmi.

Baca Juga Tanker Rudal IRAN di Perairan Qatar dan Menargetkan Drone di Bandara Kuwait

“Saya menerima pesan langsung dari utusan AS, tetapi itu tidak berarti kami sedang bernegosiasi,” ujar Araghchi kepada Al Jazeera.

Dia menambahkan bahwa Iran tidak memiliki kepercayaan terhadap proses negosiasi dengan Amerika Serikat. “Kami tidak percaya bahwa negosiasi dengan AS akan menghasilkan apa pun. Tingkat kepercayaan kami nol,” tegasnya.

Tepat hari ini, konflik militer masih terus berlangsung di berbagai wilayah. BBC melaporkan serangan terjadi di sekitar Tel Aviv, Lebanon, hingga kawasan Teluk, termasuk insiden terhadap kapal tanker di dekat Qatar dan serangan drone di beberapa negara.

Selain itu, Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi global juga menjadi sorotan. Iran menegaskan jalur tersebut tetap terbuka, tetapi tidak untuk negara yang terlibat konflik langsung.

Baca Juga LBH Medan Desak Prabowo Keluar dari BoP dan Batalkan Perjanjian Dagang AS

“Selat ini terbuka untuk sebagian besar negara, tetapi tidak bagi pihak yang berperang dengan kami,” ujar Araghchi.

Sumber: Bisnis.com

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *