11 Februari 2026 18:41
.
3 menit membaca
ACEH, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung lokasi runtuhan tebing di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, pada Jumat (6/2). Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memastikan penanganan bencana di wilayah tersebut dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa fokus
penanganan tidak boleh hanya terpaku pada titik longsoran semata. Penanganan
harus menyentuh akar masalah dan faktor pemicu di sekitar kawasan, termasuk
pengendalian aliran air dan stabilitas kondisi geologi.
“Saya hari ini spesifik berkunjung ke Aceh Tengah karena ada
arahan dari Pak Presiden Prabowo melalui Pak Seskab agar penanganannya lebih
bersifat komprehensif. Ada beberapa item yang akan kita kerjakan, mulai
dari memasangpenanganan sungai, sampai penguatan di beberapa
titik. Mesti kita lakukan penanganan cepat,” ujar Menteri Dody di lokasi
peninjauan.
Berdasarkan hasil observasi lapangan, kawasan runtuhan dinilai
belum sepenuhnya aman. Menteri Dody mengungkapkan adanya indikasi pergerakan
air di bawah permukaan tanah yang berpotensi meningkatkan skala keruntuhan jika
tidak segera ditangani secara teknis.
Baca Juga Hingga Juli 2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Gelar 51 Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang
“Saya minta pekerjaan fisiknya segera dilakukan, karena tadi
saat kita meninjau, terasa ada getaran. Artinya area ini memang belum 100
persen aman (aman). Di bawah ini masih ada pergerakan air
dan itu harus kita hentikan,” tegasnya.
Kementerian PU mencatat keberadaan dua jalur jalan alternatif (jalan memutar)
di sekitar lokasi bencana. Jalur jalan memutar pertama memiliki
panjang sekitar 1,2 km, sedangkan jalur kedua mencapai 5,2 km. Menteri Dody
menekankan prioritas untuk menyelamatkan jalur jalan memutar pertama
agar tidak mengalami kerusakan lebih lanjut dan tetap dapat difungsikan.
“Kita punya jalan memutar yang kedua lebih panjang,
tapi saya harapkan jalan memutar pertama ini tidak runtuh. Tinggal
sekitar 80 meter lagi yang harus kita selamatkan, makanya saya arahkan agar
pekerjaan bisa langsung dilakukan dengan cepat,” imbuh Menteri Dody.
Secara teknis, penanganan akan dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan
Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Direktorat Jenderal Bina Marga. Langkah-langkah
strategis yang disiapkan meliputi pengendalian aliran Sungai Pasangan agar
tidak melimpas ke area longsoran, serta penutupan dan penguatan area gua yang
terindikasi menjadi jalur masuknya air ke bawah badan jalan.
Baca Juga Ketahui Ciri-Ciri Kucing yang Terkena Rabies
“Dari kajian bersama Kementerian PU dan Universitas Syiah
Kuala, terindikasi ada sisipan air sungai yang masuk ke sini. Di dekat sungai
kita akan tutup alirannya, lalu di antara gua dan jalan jalan memutar kita
lakukan memasang supaya air tidak masuk dan tidak memperparah
kondisi,” jelasnya.
Selain aspek keselamatan infrastruktur, percepatan penanganan ini
dinilai krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal. Kawasan sekitar lokasi
runtuhan diketahui merupakan sentra perkebunan cabai berskala besar. Menteri
Dody mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat berdampak pada
distribusi logistik pertanian.
Baca Juga MELIHAT PELUANG DARI BISNIS “KERING” : BAGAIMANA JOSSHHUA DAPATKAN MILYARAN DARI PROPERTI?
“Kalau ini sampai melebar lagi, akan muncul masalah baru,
termasuk gangguan produksi pertanian dan potensi inflasi. Makanya saya minta
Ini harus dilakukan dengan cepat agar puing-puingnya tidak semakin luas,” kata Menkeu
Dody.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus melakukan pengamanan
kawasan dan melaksanakan rencana penanganan secara bertahap. Keselamatan,
kualitas konstruksi, dan keberlanjutan fungsi jalan menjadi prioritas utama
dalam memecahkan masalah ini.
“Jadi karena banyak pekerjaan, pasti akan perlu waktu. Namun
harapannya memang segera selesai secepat-cepatnya, tapi kualitas harus tetap
kita jaga Agar apapun yang kita lakukan hari ini, bisa bertahan lama
hingga di masa mendatang,” tandas Menteri Dody.
Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#Tahun yang Berdampak
Artikel ini juga tayang di VRITIMES
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film