8 April 2026 12:28
.
2 menit membaca
AXIALNEWS.id | Kantor raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Oracle, di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dilaporkan mengalami kerusakan akibat jatuhnya puing-puing proyektil.
Insiden ini terjadi di tengah masifnya serangan udara Iran ke sejumlah sasaran di Timur Tengah, sebagai aksi balasan atas serangan yang dilancarkan AS dan Israel.
“Pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa mereka menanggapi insiden kecil yang disebabkan oleh puing-puing dari intersepsi udara yang jatuh di fasad gedung Oracle di Dubai Internet City,” kata Kantor Media Dubai dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari CNBC, Sabtu (4/4/2026).
Akibat insiden tersebut, Kantor Media Dubai melaporkan bahwa tidak ada yang terluka.
Baca Juga Ketua PPK Langkat dan 32 Lainnya Dilantik, Berikut Tugas dan Perannya
Adapun Garda Revolusi Iran telah mengancam akan menyerang sejumlah perusahaan teknologi AS yang beroperasi di Timur Tengah, termasuk Nvidia, Apple, Microsoft, dan Google.
Garda memperingatkan pada Selasa lalu bahwa 18 perusahaan teknologi akan dianggap sebagai target yang sah, sebagai balasan atas serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Baca Juga Misi Nyali Tinggi: Prabowo Siap Terbang ke Teheran Jadi Mediator Konflik AS-Israel vs Iran
“Mulai sekarang, untuk setiap pembunuhan, sebuah perusahaan Amerika akan dihancurkan,” kata mereka di saluran Telegram yang berafiliasi dengan Garda.
Daftar perusahaan tersebut mencakup Cisco, HP, Intel, IBM, Dell, Palantir, JPMorgan, Tesla, GE, Spire Solutions, Boeing, dan perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di UEA, G42.
James Henderson, CEO perusahaan manajemen risiko Healix, mengatakan peningkatan ancaman terhadap perusahaan teknologi bukanlah fenomena sesaat, melainkan pola yang berkelanjutan.
“Aset teknologi sekarang diperlakukan sebagai bagian dari konflik, bukan hanya sebagai pelengkap. Ini juga menandakan bahwa krisis di masa depan mungkin akan menargetkan pusat data dan platform cloud sama seperti situs strategis tradisional,” ungkapnya.
Baca Juga Mencekam! Serangan AS-Israel Hantam Teheran di Tengah Jutaan Warga Iran Peringati Hari Al-Quds
Iran telah menyerang pusat data Amazon Web Services di Timur Tengah pada awal Maret 2026. Menyebabkan gangguan pada sejumlah aplikasi dan layanan digital di Uni Emirat Arab.
Redaksi : M.Nuh
Sumber: Liputan 6
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.